PPI Jerman kembali Tolak Studi Banding DPR

Metrotvnews.com, 17 November 2012

http://www.metrotvnews.com/metronews/news/2012/11/17/114180/PPI-Jerman-kembali-Tolak-Studi-Banding-DPR/590

metro tvMetrotvnews.com, Jakarta: Perhimpunan Pelajar Indonesia di Jerman kembali menolak studi banding yang dilakukan anggota DPR. Kali ini mereka menolak kunjungan studi banding anggota Badan Legislatif DPR yang sedianya berada di Jerman pada 17-23 November 2012 untuk Rancangan Undang-Undang Keinsiyuran.

Tak hanya PPI, Pengurus Cabang Istimewa (PCI) Nahdlatul Ulama (NU) dan Watch Indonesia! di Jerman menyatakan penolakannya.

“Merujuk pada tuntutan PPI Berlin/Jerman dan PCI NU Jerman atas kunjungan kerja DPR RI Komisi I ke Jerman pada April 2012 lalu yang belum terpenuhi dan untuk mengantisipasi rencana Kunjungan Kerja ini, maka PPI Berlin, PCI NU Jerman dan Watch Indonesia! menyatakan penolakan rencana kunjungan kerja tersebut,” kata Ketua PCI NU Jerman, Suratno melalui rilisnya kepada wartawan Sabtu (17/11).

PPI, PCI NU, serta Watch Indonesia! berpendapat sebaiknya para anggota dewan tersebut lebih memfokuskan diri tugas pokok dan fungsi DPR. Sebab anggota DPR kini tengah mendapatkan sorotan dan kritikan tajam dari berbagai pihak. Dewan juga mestinya harus melakukan penghematan anggaran.

“Hendaknya mereka memiliki sense of crisis di tengah keterpurukan ekonomi bangsa dengan melakukan penghematan anggaran,” kata dia. Suratno menambahkan, studi banding para anggota DPR selama ini belum teruji efektivitas dan manfaatnya.

PPI menuntut adanya transparansi berupa tujuan, biaya perjalanan, akomodasi, jadwal, materi-materi yang di bicarakan dan partner kerja di tempat tujuan. Termasuk publikasi.

“Hal tersebut seharusnya dipublikasikan secara resmi yang bisa diakses oleh masyarakat secara luas dari jauh-jauh hari, minimal satu bulan sebelum keberangkatan,” kata Suratno.

Sebelumnya, PPI Jerman pernah melakukan aksi walk out ketika menerima studi banding anggota Komisi I DPR pada April 2012 lalu. (Andhini)


Tags: , ,


Share

Aksi!


Hutan Hujan Bukan Minyak Sawit



Petisi



Menyusul kami